Kể từ bây giờ chúng tôi là Elev8

Chúng tôi không chỉ là một nhà môi giới. Chúng tôi là một hệ sinh thái giao dịch tất cả trong một—mọi thứ bạn cần để phân tích, giao dịch và phát triển đều có ở một nơi. Sẵn sàng nâng tầm giao dịch của bạn?

Batu Bara ICE Newcastle Kembali ke Level-Level Pra-Konflik, Indonesia Temukan Potensi Gas 5 Tcf

  • Batu Bara ICE Newcastle turun lebih jauh di awal pembukaan hari.
  • Pasar menantikan apakah akan ada perundingan damai antara AS dengan Iran.
  • Ditemukan cadangan gas yang besar di Kalimantan Timur.

Harga batu bara ICE Newcastle front month diperdagangkan di 117,50 yang lebih rendah 2,41% dari penutupan hari kemarin pada saat berita ini ditulis. Batu bara ini dibuka dengan gap bawah kecil di 119,75 dan merayap turun ke terendah hari 117,50. Aksi ini sekaligus menunjukkan bahwa komoditas ini menghapus seluruh kenaikan yang terjadi selama bulan Maret dan April untuk kembali ke level-level sebelum konflik AS-Israel dengan Iran dimulai pada akhir Februari.

Batu bara melanjutkan penurunan minggu lalu, terutama setelah menembus sisi bawah kisaran sideways yang dibentuk sejak 3 Maret 2026 – 10 April 2026. Indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 30,59 dan miring ke bawah semakin memperkuat momentum bearish dan di ambang masuk ke zona jenuh jual jika terus turun.

Suhu di Pelabuhan Newcastle Australia adalah 18°C dengan kondisi cerah berawan. Kondisi ini membuat proses pemuatan batu bara ke kapal-kapal di pelabuhan menjadi tidak terganggu sekaligus mengeliminasinya sebagai faktor yang bisa memengaruhi harga komoditas ini dalam jangka pendek.

Faktor geopolitik dari Timur Tengah tampak tidak memberikan pendorong sekuat di awal-awal konflik saat ada potensi menuju mengakhiri perang. Presiden AS, Donald Trump, menginformasikan bahwa Wakil Presiden AS, JD Vance, akan ke Pakistan untuk melakukan perundingan damai dengan Iran, meskipun Iran secara resmi belum menyatakan secara jelas apakah akan menghadirinya.

Iran beralasan bahwa AS melanggar gencatan senjata dengan menangkap kapal komersial berbendara Iran serta masih dilakukannya blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Jadi atau tidaknya perundingan tersebut tersebut akan diamati oleh pasar karena bisa memengaruhi pasar komoditas energi mengingat dampaknya pada Selat Hormuz, jalur yang dilintasi 20% pasokan minyak sebelum konflik AS-Israel dengan Iran meletus.

Di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI) merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode kedua April 2026 dalam Kepmen ESDM No. 145.K/MB.01/MEM.B/2026. Semua harganya naik dibandingkan dengan sebelumnya dengan perincian sebagai berikut;

  • Batubara (6.322 GAR) $103,43 naik dari $99,87
  • Batubara I (5.300 GAR) $77,71 naik dari $72,28
  • Batubara II (4.100 GAR) $52,84 naik dari $49,99
  • Batubara III (3.400 GAR) $38,30 naik dari $35,23

Dalam siaran pers Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI diinformasikan bahwa ada potensi sumber daya gas sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) dan 300 juta barel kondensat hasil eksplorasi sumur Geliga-1 di Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur.

Temuan ini muncul di tengah upaya pemerintah untuk memperkuat pasokan energi dalam negeri. Penemuan ini melibatkan ENI, perusahaan energi asal Italia. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengapresiasi perusahaan tersebut atas penemuan ini.

Bahlil menginformasikan bahwa produksi tertinggi yang dicapai ENI bisa mencapai 2.000 MMSCD di 2028 yang jauh di atas produksi saat ini sekitar 600-700 MMSCFD. Beliau juga menginformasikan temuan lainnya yaitu Sumur Gula yang menghasilkan gas sekitar 2 TFF dan 75 juta barel kondensat.

Peningkatan produksi kondensat akan mengurangi impor minyak, sehingga sejalan dengan niat pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, termasuk batu bara, serta pada pasokan dari luar negeri.

Grafik Harian Batu Bara ICE Newcastle

Batu Bara ICE Newcastle
Grafik harian Batu Bara ICE Newcastle

Pertanyaan Umum Seputar Sentimen Risiko

Dalam dunia jargon keuangan, dua istilah yang umum digunakan, yaitu "risk-on" dan "risk off" merujuk pada tingkat risiko yang bersedia ditanggung investor selama periode yang dirujuk. Dalam pasar "risk-on", para investor optimis tentang masa depan dan lebih bersedia membeli aset-aset berisiko. Dalam pasar "risk-off", para investor mulai "bermain aman" karena mereka khawatir terhadap masa depan, dan karena itu membeli aset-aset yang kurang berisiko yang lebih pasti menghasilkan keuntungan, meskipun relatif kecil.

Biasanya, selama periode "risk-on", pasar saham akan naik, sebagian besar komoditas – kecuali Emas – juga akan naik nilainya, karena mereka diuntungkan oleh prospek pertumbuhan yang positif. Mata uang negara-negara yang merupakan pengekspor komoditas besar menguat karena meningkatnya permintaan, dan Mata Uang Kripto naik. Di pasar "risk-off", Obligasi naik – terutama Obligasi pemerintah utama – Emas bersinar, dan mata uang safe haven seperti Yen Jepang, Franc Swiss, dan Dolar AS semuanya diuntungkan.

Dolar Australia (AUD), Dolar Kanada (CAD), Dolar Selandia Baru (NZD) dan sejumlah mata uang asing minor seperti Rubel (RUB) dan Rand Afrika Selatan (ZAR), semuanya cenderung naik di pasar yang "berisiko". Hal ini karena ekonomi mata uang ini sangat bergantung pada ekspor komoditas untuk pertumbuhan, dan komoditas cenderung naik harganya selama periode berisiko. Hal ini karena para investor memprakirakan permintaan bahan baku yang lebih besar di masa mendatang karena meningkatnya aktivitas ekonomi.

Sejumlah mata uang utama yang cenderung naik selama periode "risk-off" adalah Dolar AS (USD), Yen Jepang (JPY) dan Franc Swiss (CHF). Dolar AS, karena merupakan mata uang cadangan dunia, dan karena pada masa krisis para investor membeli utang pemerintah AS, yang dianggap aman karena ekonomi terbesar di dunia tersebut tidak mungkin gagal bayar. Yen, karena meningkatnya permintaan obligasi pemerintah Jepang, karena sebagian besar dipegang oleh para investor domestik yang tidak mungkin menjualnya – bahkan saat dalam krisis. Franc Swiss, karena undang-undang perbankan Swiss yang ketat menawarkan perlindungan modal yang lebih baik bagi para investor.

EUR/USD: Arus masuk asing mendukung potensi kenaikan – ING

Chris Turner dari ING menyoroti permintaan asing yang kuat untuk aset Zona Euro, dengan EUR280 Juta ekuitas dan utang dibeli dalam dua bulan pertama tahun ini, yang mungkin sedikit mendukung Euro (EUR)
Đọc thêm Previous

Fed: Rencana Warsh Diperkirakan Membuat Kurva Lebih Curam – Commerzbank

Christoph Rieger dari Commerzbank menyoroti sidang konfirmasi Kevin Warsh sebagai peristiwa kunci untuk suku bunga AS, dengan potensi perubahan luas pada operasi neraca Federal Reserve.
Đọc thêm Next