นับต่อจากนี้ เราคือ Elev8

เราไม่ได้เป็นแค่โบรกเกอร์ แต่เป็นระบบนิเวศการเทรดครบวงจร ทุกสิ่งที่คุณต้องการในการวิเคราะห์ เทรด และเติบโตอยู่ในที่เดียว พร้อมยกระดับการเทรดของคุณหรือยัง?

Rupiah Masuk Zona Rekor Terlemah di 17.135, Tekanan Energi dan Dolar Belum Mereda

  • Rupiah terus tertekan dan sempat ke rekor terlemah baru di 17.135.
  • Risiko geopolitik dan lonjakan harga energi menjaga dominasi dolar AS.
  • Penjualan ritel RI tumbuh 6,5% YoY, memberi bantalan dari sisi domestik.

Pada pembukaan pekan, rupiah masih berada dalam tekanan dengan pasangan mata uang USD/IDR naik ke 17.120,4 (+0,40%). Pada sesi sebelumnya, rupiah sempat menyentuh rekor terlemah di 17.135, menyusul kabar kegagalan perundingan AS-Iran yang memicu gangguan pada jalur energi global di Selat Hormuz.

Meski data Penjualan Ritel domestik yang dirilis hari ini menunjukkan perbaikan, sentimen tersebut belum cukup kuat untuk menahan tekanan eksternal, dengan pasar tetap lebih fokus pada lonjakan risiko energi dan implikasinya terhadap dolar AS.

Secara teknis, tren kenaikan dolar tetap terjaga dengan pola higher highs dan higher lows yang konsisten sejak akhir Maret. Level 17.000 kini semakin menguat sebagai pijakan baru, sementara ruang kenaikan masih terbuka menuju kisaran 17.150-17.200 dalam jangka pendek jika momentum berlanjut.

Eskalasi Konflik dan Blokade Hormuz Dorong Lonjakan Energi, Dolar Kian Dominan

Dari sisi global, pasar kembali dihadapkan pada eskalasi risiko setelah kegagalan negosiasi antara Washington dan Tehran. Ketegangan meningkat menyusul rencana blokade maritim oleh Amerika Serikat terhadap jalur keluar-masuk pelabuhan Iran, termasuk di sekitar Selat Hormuz – jalur vital bagi distribusi minyak dunia. Situasi ini memicu lonjakan harga energi dan memperkuat daya tarik dolar sebagai aset lindung nilai.

Lingkungan tersebut membangun ekspektasi bahwa tekanan inflasi global dapat bertahan lebih lama, sehingga memperkuat narasi suku bunga tinggi di AS. Kombinasi ini terus menopang dolar, sekaligus menekan ruang gerak mata uang emerging markets, termasuk rupiah.

Konsumsi Domestik Tetap Solid, namun Pasar Masih Menunggu Kepastian Global

Di tengah tekanan eksternal, indikator domestik menunjukkan ketahanan yang relatif terjaga. Penjualan ritel Indonesia pada Februari tumbuh 6,5% secara tahunan, meningkat dari 5,7% sebelumnya. Data ini mengindikasikan konsumsi rumah tangga yang masih solid dan mampu menjadi penopang aktivitas ekonomi.

Meski demikian, pasar tampak belum sepenuhnya merespons positif data tersebut. Investor cenderung menata ulang portofolio dan menunggu kepastian arah kebijakan global, terutama dari Federal Reserve serta perkembangan di pasar energi.

Kunjungan Prabowo ke Rusia Sinyalkan Arah Baru Diversifikasi Energi Indonesia

Di tengah dinamika tersebut, pemerintah juga mulai menjajaki opsi diversifikasi energi. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mengunjungi Rusia untuk membahas potensi kerja sama, termasuk peluang impor minyak sebagai alternatif pasokan. Langkah ini mencerminkan upaya strategis dalam meredam dampak gangguan energi global.

Blokade Energi Global Jadi Penentu Arah Rupiah, Risiko Tembus 17.150 Meningkat

Perkembangan blokade di jalur energi global akan menentukan arah rupiah selanjutnya. Jika harga minyak tetap tinggi dan ekspektasi suku bunga AS kembali mengeras, rupiah berisiko melanjutkan pelemahan dengan target jangka pendek di atas 17.150.


Neraca Transaksi Berjalan Turki untuk Februari di Atas Prakiraan ($-7.5B): Aktual ($7.501B)

Neraca Transaksi Berjalan Turki untuk Februari di Atas Prakiraan ($-7.5B): Aktual ($7.501B)
อ่านเพิ่มเติม Previous

Makroekonomi: Risiko Stagflasi di IMF dan Bank Dunia – DBS

Philip Wee dari DBS Group Research berpendapat bahwa stagflasi akan mendominasi agenda pada Pertemuan Musim Semi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia menyusul blokade Selat Hormuz oleh Presiden Trump
อ่านเพิ่มเติม Next