นับต่อจากนี้ เราคือ Elev8
เราไม่ได้เป็นแค่โบรกเกอร์ แต่เป็นระบบนิเวศการเทรดครบวงจร ทุกสิ่งที่คุณต้องการในการวิเคราะห์ เทรด และเติบโตอยู่ในที่เดียว พร้อมยกระดับการเทรดของคุณหรือยัง?
เราไม่ได้เป็นแค่โบรกเกอร์ แต่เป็นระบบนิเวศการเทรดครบวงจร ทุกสิ่งที่คุณต้องการในการวิเคราะห์ เทรด และเติบโตอยู่ในที่เดียว พร้อมยกระดับการเทรดของคุณหรือยัง?
Harga batu bara ICE Newcastle front month diperdagangkan di 136,50 yang lebih tinggi 1,30% dibandingkan penutupan hari kemarin. Perubahan positif tersebut karena batu bara ini dibuka dengan gap atas di level saat ini dan belum menunjukkan pergerakan yang signifikan sejauh hari ini.
Dalam jangka lebih panjang, tren batu bara ini naik karena bergerak di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari sejak pertengahan Januari 2026. Indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari yang berada di 60,32 juga mendukung tren tersebut karena indikator ini mengindikasikan momentumnya masih bullish. Namun dalam jangka pendek, komoditas ini terlihat terjebak dalam kisaran sideways setelah meraih tertinggi baru 2026 di 150,00 pada 3 Maret, menantikan pendorong untuk menembus salah satu sisi.
Cuaca di Pelabuhan Newcastle Australia pada saat berita ini ditulis adalah sekitar 24°C dengan potensi hujan ringan. Namun demikian, kondisi tersebut tidak akan menganggu jalannya proses pemuatan batu bara ke dalam kapal pengangutan di pelabuhan, sehingga para pedagang tidak bisa mengandalkan faktor cuaca untuk memberikan tekanan negatif pada harga.
Dalam beberapa minggu ke belakang, perang antara AS-Israel dengan Iran menjadi pendorong utama pergerakan harga komoditas-komoditas energi. Hal tersebut terutama setelah Iran menutup Selat Homuz yang mengakibatkan terganggunya pasokan minyak mentah dan LNG (Liquified Natural Gas). Meskipun, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengklaim bahwa Selat Hormuz hanya ditutup untuk musuh dan pihak-pihak yang mendukung agresi, seperti dilaporkan kantor berita SNN Iran.
Sejauh ini belum ada tanda-tanda konflik akan mereda. Yang terbaru, Israel melakukan serangan udara yang mengakibatkan kematian pejabat keamanan teratas Iran, Ali Larijani, dan kepala pasukan paramiliter Basij, Gholamreza Soleimani, pada hari Selasa. Sebagai tanggapan, Kepala angkatan bersenjata Iran, Amir Hatami, akan meresponnya dengan tegas.
Selama gangguan pasokan LNG berlangsung, permintaan batu bara sebagai alternatif komoditas untuk pembangkit listrik berpotensi meningkat. Sebelumnya, negara-negara barat mulai beralih dari batu bara ke sumber-sumber energi yang ramah lingkungan seperti LNG. Kondisi tidak biasa ini bisa membuat para pengambil kebijakan menggunakan kembali batu bara untuk menghadapi cadangan LNG yang menipis.
Di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode pertama Maret 2026 dalam Kepmen ESDM No. 124.K/MB.01/MEM.B/2026. Sebagian besar menunjukkan kenaikan dengan perincian sebagai berikut;
Sejauh ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI tetap pada rencana untuk merevisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara 2026 yang diisyaratkan menjadi total produksi batu bara nasioal 600 juta ton tahun ini menyusul tahun sebelumnya sebesar 790 juta ton. Rencana revisi tersebut terjadi sebelum konflik di Timur Tengah meletus.
Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, mengatakan pada hari Selasa kemarin bahwa pasokan batu bara untuk PLN (Perusahaan Listrik Negara) aman menuju hari raya Idulfitri karena berada di rata-rata 14-15 hari yang memang batas minimal standar nasional.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan tarif tenaga listrik Kuartal II (April-Juni) tahun 2026 tidak akan naik untuk menjaga daya beli masyarakat, seperti diinfomasikan dalam situs Kementerian ESDM.

Dinamika penawaran dan permintaan merupakan faktor utama yang memengaruhi harga Gas Alam, dan dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi global, aktivitas industri, pertumbuhan populasi, tingkat produksi, dan inventaris. Cuaca memengaruhi harga Gas Alam karena lebih banyak Gas digunakan selama musim dingin dan musim panas untuk pemanasan dan pendinginan. Persaingan dari sumber energi lain memengaruhi harga karena konsumen dapat beralih ke sumber yang lebih murah. Peristiwa geopolitik merupakan faktor yang dicontohkan oleh perang di Ukraina. Kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan ekstraksi, transportasi, dan masalah lingkungan juga memengaruhi harga.
Rilis ekonomi utama yang memengaruhi harga Gas Alam adalah buletin inventaris mingguan dari Badan Informasi Energi (EIA), sebuah badan pemerintah AS yang menghasilkan data pasar gas AS. Buletin Gas EIA biasanya terbit pada hari Kamis pukul 14:30 GMT (21:30 WIB), sehari setelah EIA menerbitkan buletin Minyak mingguannya. Data ekonomi dari konsumen besar Gas Alam dapat memengaruhi penawaran dan permintaan, yang terbesar di antaranya adalah Tiongkok, Jerman, dan Jepang. Gas Alam terutama dihargai dan diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga sejumlah rilis ekonomi yang memengaruhi Dolar AS juga menjadi faktor.
Dolar AS adalah mata uang cadangan dunia dan sebagian besar komoditas, termasuk Gas Alam, dihargai dan diperdagangkan di pasar internasional dalam Dolar AS. Dengan demikian, nilai Dolar AS merupakan faktor dalam harga Gas Alam, karena jika Dolar menguat, berarti lebih sedikit Dolar yang dibutuhkan untuk membeli volume Gas yang sama (harga turun), dan sebaliknya jika USD menguat.