এখন থেকে আমরা Elev8
আমরা শুধুমাত্র একটি ব্রোকার নই। আমরা একটি সর্বাত্মক ট্রেডিং ইকোসিস্টেম—বিশ্লেষণ, ট্রেড, এবং প্রবৃদ্ধির জন্য আপনার যা কিছু প্রয়োজন তা এক জায়গায়। আপনার ট্রেডিং উন্নত করতে প্রস্তুত?
আমরা শুধুমাত্র একটি ব্রোকার নই। আমরা একটি সর্বাত্মক ট্রেডিং ইকোসিস্টেম—বিশ্লেষণ, ট্রেড, এবং প্রবৃদ্ধির জন্য আপনার যা কিছু প্রয়োজন তা এক জায়গায়। আপনার ট্রেডিং উন্নত করতে প্রস্তুত?
Rupiah melemah pada perdagangan Jumat, dengan USD/IDR naik ke sekitar 16.952, atau sekitar 0,57% (+96 poin) dibandingkan penutupan sebelumnya. Pada sesi sebelumnya, intervensi Bank Indonesia sempat membantu menahan tekanan sehingga rupiah ditutup di kisaran 16.895-16.905 per dolar AS. Untuk perdagangan hari ini, sejumlah analis memprakirakan pasangan mata uang USD/IDR bergerak dalam rentang 16.850-16.950, mencerminkan pasar yang masih menakar arah dolar global di tengah respons stabilisasi dari bank sentral.
Bank Indonesia dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pada 17 Maret 2026 pukul 14:30 WIB, dengan pasar memprakirakan BI 7-Day Reverse Repo Rate tetap di 4,75%, sementara Deposit Facility diproyeksikan bertahan di 3,75% dan Lending Facility di 5,50%.
Mayoritas ekonom dalam survei Reuters memprakirakan Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan di 4,75%, memperpanjang jeda kebijakan sejak Oktober. Tekanan terhadap rupiah di tengah konflik Timur Tengah serta kekhawatiran atas arah kebijakan fiskal membuat bank sentral lebih memprioritaskan stabilitas nilai tukar. Meski demikian, sebagian ekonom masih melihat peluang pemangkasan sekitar 25 basis poin pada kuartal kedua, meskipun pelemahan rupiah berpotensi menunda langkah tersebut.
Dari eksternal, data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis pada Kamis menunjukkan hasil beragam. Building Permits Januari tercatat 1,376 juta, lebih rendah dari konsensus 1,41 juta dan turun dari 1,455 juta sebelumnya. Klaim tunjangan pengangguran awal berada di 213 ribu, sedikit lebih baik dari prakiraan 215 ribu, sementara Housing Starts meningkat menjadi 1,487 juta, melampaui ekspektasi 1,35 juta.
Pasar juga menantikan serangkaian data ekonomi AS pada Jumat malam, termasuk indeks harga belanja konsumsi perorangan (PCE) Januari yang diprakirakan naik 0,3% secara bulanan dan 2,9% secara tahunan, dengan PCE inti diproyeksikan meningkat 0,4% MoM dan sekitar 3,1% YoY. Rilis ini akan disertai data pendapatan dan belanja pribadi, pesanan barang tahan lama, estimasi awal PDB kuartal keempat, sentimen konsumen Michigan, ekspektasi inflasi, data lowongan pekerjaan JOLTS, serta laporan anggaran bulanan pemerintah AS, yang berpotensi memberi petunjuk baru mengenai kondisi ekonomi dan arah kebijakan Federal Reserve (The Fed).
Belanja Konsumsi Perorangan (Personal Consumption Expenditures/PCE) Inti, yang dirilis oleh Biro Analisis Ekonomi, mengukur perubahan nilai semua barang dan jasa yang dibeli oleh penduduk AS pada periode tertentu, tidak termasuk komponen makanan dan energi yang lebih fluktuatif. Data triwulanan dirilis dalam laporan Produk Domestik Bruto (PDB) yang lebih luas. Data tersebut merupakan proksi untuk belanja konsumen, pendorong utama ekonomi AS. Secara umum, pembacaan yang tinggi dianggap sebagai bullish bagi Dolar AS (USD), sementara pembacaan yang rendah dianggap sebagai bearish.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Jum Mar 13, 2026 12.30
Frekuensi: Bulanan
Konsensus: 3.1%
Sebelumnya: 3%
Sumber: US Bureau of Economic Analysis
Setelah menerbitkan laporan PDB, Biro Analisis Ekonomi AS merilis data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) bersama dengan perubahan bulanan dalam Pengeluaran Pribadi dan Pendapatan Pribadi. Pembuat kebijakan FOMC menggunakan Indeks Harga PCE Inti tahunan, yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang bergejolak, sebagai pengukur utama inflasi mereka. Pembacaan yang lebih kuat dari perkiraan dapat membantu USD mengungguli para pesaingnya karena akan mengisyaratkan kemungkinan pergeseran hawkish dalam panduan ke depan The Fed dan sebaliknya.