اب سے ہم Elev8 ہیں
ہم صرف ایک بروکر نہیں ہیں۔ ہم ایک جامع ٹریڈنگ ایکوسسٹم ہیں—ہر چیز جو آپ کو تجزیے، ٹریڈ اور ترقی کے لیے درکار ہو، ایک ہی جگہ پر ہے۔ کیا آپ اپنی ٹریڈنگ کو بلند کرنے کے لیے تیار ہیں؟
ہم صرف ایک بروکر نہیں ہیں۔ ہم ایک جامع ٹریڈنگ ایکوسسٹم ہیں—ہر چیز جو آپ کو تجزیے، ٹریڈ اور ترقی کے لیے درکار ہو، ایک ہی جگہ پر ہے۔ کیا آپ اپنی ٹریڈنگ کو بلند کرنے کے لیے تیار ہیں؟
Harga Perak (XAG/USD) menarik beberapa penjual ke sekitar $39,00 selama awal sesi Eropa pada hari Jumat. Optimisme seputar kesepakatan perdagangan AS meredakan kekhawatiran perang dagang dan mengurangi permintaan untuk aset-aset safe-haven.
Para investor akan memantau dengan seksama perkembangan seputar perundingan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan mitra dagang utamanya. Wall Street Journal (WSJ) melaporkan pada hari Jumat bahwa Presiden AS Donald Trump kini sedang mengejar kesepakatan dengan Tiongkok. Trump mungkin akan beralih dari strategi tekanan ke negosiasi, dengan tujuan untuk mengamankan kesepakatan ekonomi yang akan meningkatkan akses AS ke pasar Tiongkok, terutama dalam bisnis dan teknologi.
Selain itu, sentimen risiko membaik setelah Financial Times mencatat bahwa Uni Eropa (UE) hampir mencapai kesepakatan dengan Washington, dengan beberapa kesamaan dengan yang ditandatangani oleh Tokyo. Prospek kesepakatan baru AS dan kemajuan dalam negosiasi tarif dapat membebani aset safe-haven seperti perak.
Para pedagang mengurangi taruhan mereka bahwa Federal Reserve (Fed) AS akan melakukan pemangkasan suku bunga pada pertemuan bulan Juli, mengharapkan kurang dari dua pemangkasan tahun ini karena klaim pengangguran turun selama enam minggu berturut-turut. Pasar sebagian besar percaya bahwa Fed akan tetap bertahan saat bertemu minggu depan tetapi kemungkinan akan memangkas suku bunga pada bulan September dan sekali lagi sebelum akhir tahun. Sikap hati-hati bank sentral AS dapat mendukung Dolar AS (USD) dan membebani harga komoditas berdenominasi USD, karena membuat perak menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Perak adalah logam mulia yang banyak diperdagangkan di kalangan investor. Secara historis, perak telah digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Meskipun kurang populer dibandingkan Emas, investor dapat beralih ke Perak untuk mendiversifikasi portofolio investasi mereka, untuk nilai intrinsiknya atau sebagai lindung nilai potensial selama periode inflasi tinggi. Para investor dapat membeli Perak fisik, dalam bentuk koin-koin atau batangan, atau memperdagangkannya melalui sarana seperti Dana yang Diperdagangkan di Bursa, yang melacak harganya di pasar internasional.
Harga Perak dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang dalam dapat membuat harga Perak meningkat karena statusnya sebagai tempat berlindung yang aman, meskipun pada tingkat yang lebih rendah daripada Emas. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Perak cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah. Pergerakannya juga bergantung pada bagaimana Dolar AS (USD) berperilaku karena aset tersebut dihargai dalam dolar (XAG/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Perak tetap stabil, sedangkan Dolar yang lemah cenderung mendorong harga naik. Faktor lain seperti permintaan investasi, pasokan pertambangan – Perak jauh lebih melimpah daripada Emas – dan tingkat daur ulang juga dapat memengaruhi harga.
Perak banyak digunakan dalam industri, khususnya di sektor-sektor seperti elektronik atau energi surya, karena memiliki salah satu konduktivitas listrik tertinggi dari semua logam – lebih dari Tembaga dan Emas. Lonjakan permintaan dapat meningkatkan harga, sementara penurunan cenderung menurunkannya. Dinamika ekonomi AS, Tiongkok, dan India juga dapat berkontribusi pada perubahan harga: bagi AS dan khususnya Tiongkok, sektor industri besar mereka menggunakan Perak dalam berbagai proses; di India, permintaan konsumen terhadap logam mulia ini yang digunakan dalam perhiasan juga memainkan peran penting dalam menentukan harga.
Harga Perak cenderung mengikuti pergerakan Emas. Ketika harga Emas naik, Perak biasanya mengikutinya, karena statusnya sebagai aset-aset safe haven serupa. Rasio Emas/Perak, yang menunjukkan jumlah ons Perak yang dibutuhkan untuk menyamakan nilai satu ons Emas, dapat membantu menentukan valuasi relatif antara kedua logam tersebut. Beberapa investor mungkin menganggap rasio yang tinggi sebagai indikator bahwa Perak dinilai terlalu rendah, atau Emas dinilai terlalu tinggi. Sebaliknya, rasio yang rendah mungkin menunjukkan bahwa Emas dinilai terlalu rendah relatif terhadap Perak.